Breaking News

Ngabuburit hingga Malam di Pondok Cina, Margonda Jam Semarakkan Margonda Raya

Depok, Banten Medsos – Suasana ngabuburit di kawasan Pondok Cina, tepatnya di sepanjang Jalan Margonda Raya, terasa berbeda. Di dekat halte Pondok Cina, alunan gitar dan dentuman drum mengiringi langkah para pejalan kaki yang menunggu waktu berbuka puasa. Komunitas musik jalanan bertajuk Margonda Jam menjadi penggerak semarak sore hingga malam hari di kawasan tersebut.

Penggagasnya adalah Mulyadi Tanjung (45), sosok yang dulu dikenal sebagai gitaris rock. Ia kerap meng-cover lagu-lagu band progresif dan hard rock seperti Dream Theater, Extreme, hingga Mr. Big saat manggung di berbagai panggung kecil. Kini, kesehariannya dihabiskan berjualan roti dengan merek Gita Roti dan susu di sekitar halte Pondok Cina, serta menjalankan jual beli alat musik daring melalui Alta Musik.

“Awalnya cuma ingin bikin suasana ramai dan hidup saja, terutama pas ngabuburit. Biar orang yang lewat ada hiburan,” ujar Mulyadi kepada Banten Medsos.

Bersama rekan-rekannya yang juga mencari nafkah di sekitar Margonda Raya, Mulyadi membentuk Ngab’s Jam (Ngabuburit bersama Margonda Jam). Mereka rutin tampil setiap Senin, Rabu, dan Jumat, sementara Sabtu dan Minggu menyesuaikan kondisi. Sesi pertama dimulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang adzan magrib. Sesi kedua digelar ba’da Isya hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Formasi Margonda Jam diisi oleh wajah-wajah yang akrab di kawasan tersebut. Selain Mulyadi sebagai leader, gitaris, bass sound, sekaligus penata suara, ada Alman (Drum 1) yang sehari-hari berjualan rice bowl dan juga aktif dalam jual beli alat musik daring. Kiki (Drum 2) dikenal sebagai penjual gorengan di sekitar halte. Obet mengisi vokal dan gitar, ia memiliki usaha warung makan tak jauh dari lokasi. Gondrong bertugas sebagai backing vocal serta bass dan gitar, kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir di Pondok Cina. Sementara Yoga menjadi backing vocal sekaligus kru, yang sehari-hari berprofesi sebagai driver ojek online.

Dalam kebersamaan di trotoar jalanan, mereka memainkan berbagai genre, dari rock klasik hingga lagu-lagu populer yang mudah dinyanyikan bersama. Tak jarang, pejalan kaki berhenti, merequest lagu, bahkan ikut bernyanyi dengan iringan mereka.

“Mainnya cuma buat meramaikan suasana, bukan ada tujuan lain. Tapi memang suka ada yang minta diiringi nyanyi. Kadang mereka kasih uang rokok seikhlasnya,” kata Mulyadi sambil tersenyum.


Kehadiran Margonda Jam bukan sekadar hiburan. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas dan aktivitas warga, denting gitar dan suara vokal mereka menghadirkan ruang kebersamaan yang sederhana. Ngabuburit tak lagi sekadar menunggu waktu berbuka, melainkan momen berbagi cerita dan nada di sudut Depok yang tak pernah benar-benar tidur (Fariz)

No comments