KADINKES Pandeglang Mangkir dalam Audiensi Bersama BEM STISIP Banten Raya, Mahasiswa Kecewa
PANDEGLANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Banten Raya menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang pada Rabu (3/6/2026) guna menindaklanjuti berbagai persoalan kesehatan yang terjadi di Kabupaten Pandeglang.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah isu kesehatan yang dinilai masih menjadi perhatian serius, mulai dari tingginya angka kasus Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), kesehatan mental, hingga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Namun, audiensi yang diharapkan dapat menjadi ruang dialog dan evaluasi terhadap kinerja sektor kesehatan tersebut justru menuai kekecewaan dari pihak mahasiswa. Pasalnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) maupun Sekretaris Dinas (Sekdis) tidak hadir dalam forum tersebut.
Wakil Presiden Mahasiswa STISIP Banten Raya, Ayu Riska, mengaku kecewa atas ketidakhadiran pimpinan Dinas Kesehatan dalam audiensi yang dinilai penting tersebut.
"Jujur kami kecewa karena Kadis maupun Sekdis tidak hadir pada saat audiensi berlangsung. Padahal hal yang kami soroti dan kawal berkaitan dengan sejauh mana kinerja Kepala Dinas Kesehatan," ujar Ayu Riska.
Menurutnya, rasa kecewa terhadap Dinas Kesehatan sebenarnya sudah muncul jauh sebelum audiensi dilaksanakan. Hal itu bermula ketika BEM STISIP Banten Raya mencoba menyampaikan surat kepada Dinas Kesehatan terkait persoalan kemanusiaan.
"Ya memang, jauh sebelum audiensi ini kami sudah kecewa pada saat pertama kali bersurat kepada Dinkes. Mereka mengatakan bahwa kami salah alamat, padahal yang kami persoalkan dan perjuangkan berkaitan dengan kesehatan. Miris sekali," kata Chika, sapaan akrab Wakil Presiden Mahasiswa STISIP Banten Raya.
Senada dengan itu, Sekretaris BEM STISIP Banten Raya, Dela, menjelaskan bahwa surat yang dikirimkan saat itu bertujuan meminta dukungan dan pendampingan bagi seorang warga bernama Farhan yang tengah berjuang melawan penyakit tumor.
"Kami bersurat waktu itu perihal memohon kawalan berupa material maupun immaterial kepada Dinkes untuk ikut mengawal adik Farhan yang sedang berjuang melawan penyakit tumornya, malah dikatakan salah alamat oleh mereka," ungkap Dela.
Dalam audiensi tersebut, pihak Dinas Kesehatan yang diwakili sejumlah dokter spesialis menjelaskan bahwa berbagai persoalan kesehatan tidak dapat ditangani oleh Dinas Kesehatan semata dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, keterbatasan anggaran disebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program kesehatan.
"Persoalan kesehatan tidak bisa ditangani sendiri oleh Dinas Kesehatan. Perlu kolaborasi semua pihak dan tentu ada keterbatasan anggaran yang menjadi tantangan kami," ujar salah satu perwakilan Dinas Kesehatan dalam audiensi.
Meski demikian, penjelasan tersebut dinilai belum menjawab substansi pertanyaan yang diajukan mahasiswa. Ketua BEM STISIP Banten Raya, Hadi, menegaskan bahwa pihaknya menghormati seluruh tenaga kesehatan yang hadir, namun merasa forum audiensi belum menghasilkan jawaban yang konkret.
"Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi mencari solusi dan kejelasan. Ketika sebelumnya kami mencoba mengetuk pintu kepedulian melalui bantuan kemanusiaan untuk Farhan, respons yang kami terima adalah bahwa surat kami salah alamat. Hari ini kami kembali datang melalui jalur audiensi, tetapi sebagian besar jawaban yang kami terima masih berkutat pada persoalan anggaran dan kolaborasi," kata Hadi.
Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan kehadiran nyata pemerintah ketika menghadapi persoalan kesehatan.
"Yang ingin kami dengar adalah bagaimana pemerintah hadir secara nyata ketika masyarakat sedang membutuhkan pertolongan. Karena itu kami belum puas dengan hasil audiensi ini dan akan terus mengawal persoalan kesehatan di Kabupaten Pandeglang melalui langkah-langkah organisasi yang diperlukan," tegasnya.
BEM STISIP Banten Raya menyatakan akan terus mengawal berbagai isu kesehatan di Kabupaten Pandeglang serta mendorong adanya respons yang lebih konkret dari pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat (Fariz).
No comments