Mahasiswa KKM STISIP Banten Raya Gelar Pelatihan Literasi Digital di MA Jamiatusysyubban Citeureup
Pelatihan ini dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM STISIP Banten Raya, Feri Fadli Rizki, Kepala Sekolah MA Jamiatusysyubban Saepudin, para guru, siswa-siswi, serta perwakilan masyarakat desa. Kegiatan menghadirkan pembicara dari Technology Hybrid Communication, Cucu Supratman, serta praktisi konten dan pemasaran digital yang dikenal dengan nama Kang Obeng.
Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan Feri Fadli Rizki menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga madrasah dan masyarakat Desa Citeureup, termasuk kepala desa dan kepala sekolah, yang telah menerima mahasiswa KKM dengan terbuka dan penuh kehangatan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan dan interaksi yang sangat baik dari pihak madrasah dan masyarakat desa. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam proses belajar di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ketua Kelompok 8 KKM STISIP Banten Raya, Afifah Dilla, berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga sekolah, tetapi juga masyarakat secara umum.
“Semoga pelatihan literasi digital dan workshop ini bisa menambah wawasan serta keterampilan dalam memanfaatkan media digital secara positif dan produktif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah MA Jamiatusysyubban, Saepudin, menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak. Ia menyampaikan bahwa meskipun di sekolah siswa dan siswi dilarang membawa telepon genggam, khusus pada kegiatan tersebut diberikan kelonggaran.
“Gunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat. Hari ini siswa kami perbolehkan membawa HP agar bisa belajar langsung membuat konten yang bermanfaat bagi kemaslahatan sekolah,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, Cucu Supratman menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, teknologi digital memudahkan akses informasi, penyelesaian pekerjaan, serta interaksi lintas wilayah. Namun, ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial.
“Digitalisasi itu penting, tapi harus diimbangi dengan sikap bijak dan kemampuan memilih konten yang baik,” jelasnya.
Pembicara lainnya, Kang Obeng, memaparkan praktik penggunaan media sosial untuk membuat konten dan memasarkan produk. Ia menyebut bahwa pemasaran melalui media sosial saat ini merupakan cara paling efektif.
“Lewat media sosial, kita tidak hanya berbagi informasi, tapi juga bisa menjual produk dan bahkan menghasilkan uang,” tuturnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan para pembicara. Suasana semakin akrab karena adanya interaksi langsung antara peserta dan mahasiswa KKM sebagai penyelenggara. Bahkan sebelum acara dimulai, mahasiswa, peserta, dosen pembimbing lapangan, serta para pembicara sempat membuat konten media sosial bersama sebagai bagian dari praktik literasi digital.
No comments