Breaking News

Kelompok 8 KKM STISIP Banten Raya Dorong Edukasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan UMKM di Desa Citeureup

Anda bilang:

Pandeglang – Kelompok 8 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STISIP Banten Raya melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut meliputi edukasi di sekolah dasar, silaturahmi dan komunikasi dengan lembaga pendidikan menengah, serta pendampingan kepada pelaku UMKM lokal.

Salah satu kegiatan dilakukan di SDN Citeureup 2, berupa olahraga bersama siswa serta pemberian materi pengenalan bahasa Jepang. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat belajar, kedisiplinan, serta wawasan kebahasaan sejak dini melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.


Ketua Kelompok 8 KKM STISIP Banten Raya, Afifah Dilla, menyampaikan bahwa kegiatan di sekolah dasar dirancang agar siswa tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga terbuka terhadap pengetahuan baru.

“Melalui olahraga dan pengenalan bahasa Jepang, kami ingin menanamkan semangat belajar sekaligus memperluas wawasan siswa sejak usia dini,” ujarnya.

Selain itu, Kelompok 8 KKM juga melakukan silaturahmi dan komunikasi dengan Madrasah Aliyah Al-Jamiayatus Subhan pada Sabtu, 7 Februari 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana workshop dan pelatihan digitalisasi sebagai upaya meningkatkan literasi digital bagi lingkungan madrasah, khususnya dalam menghadapi tantangan era teknologi informasi.

Anggota Kelompok 8, Mahrus Helmi, menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi lembaga pendidikan saat ini.
“Kami berharap workshop dan pelatihan digitalisasi ini dapat membantu madrasah dalam pengelolaan administrasi maupun pengembangan media pembelajaran berbasis digital,” katanya.

Di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kelompok 8 KKM STISIP Banten Raya juga melakukan pendampingan dan komunikasi dengan UMKM pengumpul kerang di Desa Citeureup pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada diskusi seputar pengelolaan usaha, potensi pengembangan produk, serta tantangan yang dihadapi pelaku UMKM pesisir.

Menurut Dedi, salah satu anggota kelompok, UMKM pengumpul kerang memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.
“Kami mencoba menggali kebutuhan dan kendala pelaku UMKM agar ke depan dapat diberikan pendampingan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

No comments