Breaking News

Rifa Imaroh Wakili Banten dalam 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026, Ayo Berikan Dukungan!


SERANG, BANTEN
 —  Penggerak kesehatan asal Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, dr. Rifa Imaroh, berhasil menembus jajaran 10 besar finalis 17th SATU Indonesia Awards 2026 di bidang Kesehatan. Ia terpilih melalui program inovatifnya yang bertajuk “Dokter Desa Mengajar – Menggerakkan Sekolah Melalui Inovasi SIDESI dan BECAK,” yang berfokus pada pengendalian skabies serta upaya eliminasi kusta di lingkungan sekolah dan pesantren.

Dr. Rifa terpilih sebagai finalis setelah melalui proses penjaringan dan seleksi ketat oleh dewan juri dari total 19.155 pendaftar SATU Indonesia Awards 2026. Astra menetapkan 10 finalis dari lima bidang berbeda, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi. Dalam ajang bergengsi ini, dr. Rifa sukses mewakili Provinsi Banten di bidang Kesehatan.

Bersama tim Dokter Desa Mengajar, dr. Rifa menginisiasi gerakan edukasi dan pengendalian penyakit kulit menular di wilayah kerja Puskesmas Tirtayasa sejak tahun 2023. Langkah ini dilandasi oleh keprihatinannya terhadap tingginya kasus skabies, serta temuan kasus kusta pada anak yang kerap kali berakar dari penularan dalam keluarga, pengobatan orang dewasa yang tidak tuntas, hingga minimnya pemeriksaan kontak erat di lingkungan padat seperti pondok pesantren.

Untuk memutus rantai penularan tersebut, dr. Rifa merancang dua program utama:

  1. SIDESI (Saya Ingin Deteksi Skabies)
  2. BECAK (Bersama Cegah dan Atasi Kusta)

Sekolah dan pondok pesantren dijadikan pintu masuk utama gerakan ini melalui serangkaian kegiatan, mulai dari edukasi kebersihan diri (hygiene), deteksi dini, pemeriksaan fisik, pengobatan gratis, hingga terapi berbasis komunitas.



Dampak dan Keberlanjutan Program

Sepanjang periode 2023–2025, gerakan Dokter Desa Mengajar terbukti telah menjangkau 56 sekolah dan pesantren serta memberikan edukasi kepada 9.806 murid di Kecamatan Tirtayasa. Program ini tidak hanya membangun basis data kasus skabies yang terstruktur, tetapi juga berhasil mendorong capaian indikator kusta melampaui target nasional pada akhir tahun 2024 dan 2025.

Keberlanjutan program turut diperkuat melalui pelatihan guru sebagai kader kesehatan sekolah. Para kader ini terhubung langsung dengan tenaga medis melalui jaringan telemedicine dan grup pesan singkat, sehingga pemantauan kasus dapat dilakukan secara cepat dan berkesinambungan. Saat ini, inovasi tersebut bahkan telah diintegrasikan ke dalam pelayanan rutin Puskesmas Tirtayasa serta diadopsi sebagai model gerakan promotif dan preventif di daerah.

Mari Dukung Rifa Imaroh untuk Indonesia

Masyarakat Indonesia, khususnya warga Banten, diundang untuk turut berpartisipasi memberikan dukungan melalui pemungutan suara (voting) daring yang berlangsung pada 16–26 Oktober 2026. Dukungan ini diharapkan mampu mengantarkan program kesehatan asal Serang tersebut meraih apresiasi tertinggi di tingkat nasional.

Mari alokasikan waktu sejenak untuk memberikan suara bagi dr. Rifa Imaroh sebagai Finalis Favorit bidang Kesehatan melalui tautan resmi berikut:

👉 https://satuindonesiaawards.astra.co.id/vote

Setiap suara yang masuk akan melalui proses verifikasi oleh Tim Astra. Mari dukung bersama inovasi kesehatan dari Tirtayasa, Serang, agar manfaatnya dapat terus meluas dan merangkul lebih banyak anak, santri, keluarga, serta komunitas di seluruh penjuru Indonesia. (Darul)

No comments