Breaking News

Seruan Kebudayaan Serang Utara Satu Lompatan Epistemik ditengah Peradabaan Modern

Serang, BantenMedsosNews- Seruan kebudayaan Serang Utara satu lompatan epistemik ditengah peradaban, Kamis (19 sd 20/05/2026)
Media pantau Seruan Kebudayaan Serang Utara (SERUBUK) adalah Konvensi wadah yang menghimpun komunitas, Civil Society, Warga, Aktivis Lingkungan, penggiat Budaya, pelaku seni, Pelajar, serta Mahasiswa di Utara Serang Utara - Banten, SERUBUK di inisiatori oleh Rasyid Ridho (Ketua Lingguh Studio Banten) dan Gerakan Mahasiswa Setang Utara (GAMSUT) dan Ciujung Institute (CI). 
Pantauan media sejak tanggal 19-20 Mei kemarin,temui Ridho mengatakan kami telah melakukan agenda penting yang mudah -mudahan jadi titik lompat bersejarah dan berdampak bagi warga di Serang Utara - Banten." Ujarnya " Dan Lokus kegiatan dan aksi nyata kami lebih difokuskan pada inventarisasi, pendokumentasian, dan ekspedisi Sungai Ciujung Lama di kecamatan Pontang dan Tirtayasa". Ungkap Ido, ketua Linggih Studio. 

"Kegiatan susur Sungai Ciujung Lama jadi salah satu aktivasi substantif bagi kami dan warga bantaran Sungai." Ujarnya Idho
"Karena menyusuri Sungai Ciujung Lama dari Desa Kaserangan sampai ke Desa Pontang, Jika dihitung jarak yang kami tempuh melalui susur Sungai Ciujung sejauh kurang lebih delapan kilometer."ujar Idho 

 "Dan kami mengucapkan banyak terimaka kasih kepada Komunitas Rumah Singgah Kota Serang yang memfasilitasi perahu karet dan Life Jaket". Tutupnya. 

Aktifis GAMSUT Muhajir mengungkapkan Seruan Kebudayaan Serang Utara (SERUBUK) dilaksanakan sejak tanggal 19 Mei 2026 di Wisata Bumi Tirtayasa dengan rangkaian agenda yang menggugah peserta dan komunitas di Serang Utara. Kegiatan hari pertama SERUBUK dihadiri wakil Bupati Serang (H.Najib Hamas, S.E,M.M), Unsur Muspika Kecamatan Tirtayasa Dan Pontang, OPD di lingkungan Pemkab Serang, dan Dindikbud Provinsi Banten." Ungkapnya  

"Hari Pertama kegiatan SERUBUK menampilkan deklamasi Puisi kebudayaan Kiyai Kusen Al- Cepu, Workshop Fotografi, Diskusi dan saresehan Kebudayaan Sungai Ciujung Lama serta Pertunjukan rampak bedug Sanggar Tari Yudha Asri Pamarayan."katanya 

"Dan Kegiatan SERUBUK diinisiasi secara kolektif dan kolaboratif dengan skema berbasis swadaya antara komunitas Budaya, Seni, Aktivis Lingkungan, dan para penggerak Sungai Ciujung Lama."ucap Muhajir

Ketua Panitia SERUBUK Handoko mengatakan Aktivasi SERUBUK ini berorientasi pada mengungkap kembali pengetahuan tentang Sungai Ciujung Lama sebagai endemik peradabaan Kuno. Yang di dalamnya terdapat mata rantai kehidupan warga bantaran Sungai." Ungkapnya 

"Menambahkan Handoko Sebuah landscap kehidupan komunal masyarakat bantaran Sungai Ciujung Lama yang sangat kental dengan nilai budaya, ekosistem, vegetasi, dan keterampil tradisional Warga Bantaran Sungai".jelas Handoko 

"Untuk diketahui bahwa Sungai Ciujung Lama menjadi sarana transportasi sejak era kesultanan Banten, beberapa data menyebut telah ada sejak kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa (1650'an). Sungai ini telah menjadi jalur perdagangan dan pertemuan budaya multi etnik. Di Sungai inilah peradaban di pesisir Utara Serang Utara terbentuk, Kehidupan Kosmo dan metropolis Menjadi urat nadi berlangsungnya kehidupan masyarakat bantaran Sungai Ciujung Lama hingga saat ini." Tutup Handoko.

No comments