Breaking News

Pencurian Sepeda Motor Terjadi di Kampus STISIP Banten Raya, BEM Desak Pengamanan Diperketat


Pandeglang – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang. Kali ini, peristiwa tersebut menimpa salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya, Pandeglang, pada Jumat (9/1/2026) dini hari.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pencurian terjadi sekitar pukul 04.50 WIB di area parkir depan Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kampus STISIP Banten Raya. Korban diketahui bernama Aditia, mahasiswa STISIP Banten Raya, yang saat kejadian sedang tertidur di area kampus.

Dalam rekaman CCTV terlihat dua orang pelaku memasuki kawasan kampus dari arah Rangkasbitung–Pandeglang dengan menggunakan satu unit sepeda motor matic. Pelaku kemudian mendorong sepeda motor milik korban yang terparkir di lokasi, dengan bantuan kendaraan yang dibawa oleh pelaku lainnya. Aksi tersebut berlangsung hanya dalam hitungan menit.

Sepeda motor yang berhasil dibawa pelaku adalah Honda Beat Deluxe tahun 2023, berwarna hitam doff, dengan nomor polisi B 4704 KWI.

Diduga, minimnya sistem pengamanan menjadi salah satu faktor terjadinya pencurian. Kampus STISIP Banten Raya diketahui tidak memiliki gerbang permanen dan hanya dilengkapi portal yang jarang ditutup, sehingga akses keluar-masuk kawasan kampus relatif terbuka, terutama pada malam hingga dini hari. Selain itu kampus STISIP Banten Raya tidak memiliki pegawai satuan pengamanan (Security) yang menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan kampus.

Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian tersebut, pada malam hari sempat terjadi upaya pencurian sepeda motor di wilayah Juhut, Pandeglang, namun pelaku gagal melancarkan aksinya. Tidak lama berselang, aksi pencurian berhasil dilakukan di lingkungan kampus STISIP Banten Raya.

Saat ini, kasus pencurian tersebut sedang ditangani oleh Polsek Pandeglang, setelah korban secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Menanggapi kejadian ini, Presiden Mahasiswa STISIP Banten Raya, Ahmad Hadi, menyampaikan keprihatinannya dan menilai peristiwa tersebut sebagai persoalan serius yang tidak boleh diabaikan.

“Saya selaku Ketua BEM STISIP Banten Raya sangat prihatin atas kejadian ini. Jika tidak segera ditangani secara serius, maka akan berpotensi meningkatkan angka kriminalitas di Kabupaten Pandeglang,” ujar Ahmad Hadi kepada Banten Medsos, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak boleh lalai dalam menangani laporan masyarakat.

“Pihak kepolisian tidak boleh hanya sebatas menerima laporan, tetapi harus berupaya maksimal dalam pengusutan kasus ini. Jika hari ini sepeda motor yang hilang, besok bisa saja terjadi hal yang lebih buruk,” tegasnya.

Selain mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli dan pengusutan kasus, Ahmad Hadi juga meminta pihak lembaga kampus agar segera memperketat sistem keamanan internal guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Pihak kampus harus bertanggung jawab dengan memperkuat pengamanan lingkungan kampus, agar mahasiswa merasa aman,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Ahmad Hadi juga mengimbau mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan menggunakan penguncian ganda pada kendaraan, memperkuat sistem keamanan lingkungan, serta mengaktifkan kembali ronda atau patroli warga.

“Saya berharap pihak kepolisian segera bertindak dan kasus ini dapat secepatnya terungkap. Kejadian ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman, dan damai,” pungkasnya (Fariz).

No comments