Mahasiswa KKM STISIP Banten Raya Kunjungi Lembur Mangrove dan Kantor Desa Citeureup
Pandeglang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 8 STISIP Banten Raya yang tengah menjalankan tugas pengabdian di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi strategis desa, salah satunya kawasan Lembur Mangrove, serta Kantor Desa Citeureup pada hari Selasa tanggal 13 Januari 2026.
Kunjungan ke Lembur Mangrove dimanfaatkan mahasiswa untuk melihat secara langsung potensi wisata alam yang dimiliki desa pesisir tersebut. Kawasan mangrove dengan pemandangan alami yang asri menjadi perhatian mahasiswa sebagai salah satu aset penting desa yang berpeluang dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan.
Selain itu, mahasiswa KKM juga mengunjungi Kantor Desa Citeureup. Kedatangan mereka diterima dan dipandu oleh Jujun Haerudin selaku Kasi 1 Desa Citeureup, serta Agus Firdaus sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citeureup. Dalam pertemuan tersebut, berlangsung diskusi santai namun produktif terkait kondisi desa dan arah pengembangan ke depan.
Ketua Kelompok KKM 8, Dilla, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi Desa Citeureup, khususnya di sektor pariwisata.
“Kami banyak berbincang mengenai potensi desa, terutama yang berkaitan dengan wisata. Lembur Mangrove menjadi salah satu daya tarik yang sangat menjanjikan jika dikelola secara optimal,” ujar Dilla.
Menurutnya, hasil diskusi dengan pihak desa akan menjadi bahan penting bagi mahasiswa KKM dalam merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan dan potensi lokal. Ia berharap kehadiran mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi nyata, terutama dalam mendukung pengembangan wisata desa dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, pihak desa menyambut baik kunjungan dan inisiatif mahasiswa KKM STISIP Banten Raya. Pemerintah desa berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru untuk memajukan Desa Citeureup, khususnya di sektor wisata dan pembangunan berbasis potensi lokal (Fariz).
No comments